Minggu, 11 Juli 2010

MELAKSANAKAN DETEKSI DINI KELAINAN,KOMPLIKASI DAN PENYULIT MASA KEHAMILAN,PERSALINAN DAN NIFAS

1.MASA KEHAMILAN

Setiap wanita hamil memerlukan sedikitnyaempat kali kunjungan selama kehamilan selama periode antenatal :

1. Satu kali kunjungan selama trimester pertama (sebelum 14 minggu)

2. Satu kali kunjungan selama trimester kedua (antara minggu 14-28 minggu)

3. Dua kali kunjungan selama trimester ketiga (antara minggu 28-36 dan sesudah minggu ke 36)

Penyulit atau Komplikasi Obstetrik Yang Sering timbul pada Masa Kehamilan Trimester I,II, dan III

1.HIPEREMESIS GRAVIDARUM

Hiperemesis gravidarum adalah mual dan muntah yang berlebihan pada ibu hamil

Gejala –gejala :

· Muntah yang hebat

· Haus

· Dehidrasi

· Berat badan turun

· Keadaan umum turun

Hiperemesis dibagi menjadi 3 yaitu:

1.hiperemesis gravidarum tngkat 1

2.hiperemesis gravidarum tingkat 2

3.hiperemesis gravidarum tingkat 3

2.KRAM PADA KAKI

Keluhan kram pada kaki terutama betis sering disampaikan oleh ibu hamil muda.Kejadian kram betis berkaitan dengan mual,muntah,kurangnya makan,sehinggga terdapat perubahan keseimbangan elektrolit dengan kalium,kalsium,dan natrium yang menyebabkan terjadi perubahan berkelanjutan dalam darah dan cairan tubuh.Ditambah makanan yang masuk berkurang sehingga terjadi perubahan metabolism tubuh yang menjurus kea rah pembakaran lemak dan protein dengan menimbulkan badan keton.

Perubahan metabolism dapat mengubah keseimbanngan asam-basa,cairan tubuh,dan darah sehingga menambah terjadinya kram kaki.Keluhan ini berangsur-angsur akan hilang,atau berkurang dengan makin tuanya umur kehammilan dan masukan makanan yang bertambah.

3.PERDARAHAN HAMIL MUDA

1.ABORTUS

Abortus adalah terhentinya kehamilan sebelum janin dapat hidup,berat janin dibawah 1000g,tua kehamilan dibawah 16 minggu.

Abortus dapat dbagi menjadi:

A.Abortus spontan adalah abortus yang terjadi dengan tidak didahului factor-faktor mekanis ataupun medisinals,semata-mata disebabkan oleh factor ilmiah.

Klinis abortus spontan dapat dibagi atas:

· Abortus kompletus

· Abortus inklompetus

· Abortus insipiens

· Abortus iminens

· Missed abortion

· Abortus habitualis

· Abortus septic

B.Abortus provakatus adalah abortus yang disengaja,baik dengan memakai obat-obatan maupun alat-alat.

Abortus ini dibagi menjadi:

a.abortus medisinalis

b.abortus klinis

2.MOLAHIDATIDOSA

Molahidatidosa adalah:jonjot-jonjot korion yang tumbuh berganda-ganda berupa gelembung-gelembung kecil yang mengandung banyak cairan sehingga menyerupai buah anggur atau mata ikan.

3.KEHAMILAN EKTOPIK

Kehamilan ektopik adalah kehamilan dengan hasil konsepsi yang berimplantasi di luar rahim.

4PENYAKIT – PENYAKIT HIPERTENSI DALAM KEHAMILAN

A.PRE-EKLAMSI

Diketahui dengan adanya hipertensi,proteinuria dengan oedema pada ibu hamil

Gejala-gejala

1.hipertensi

2.oedema

3.proteinuria

4.gejala-gejala subjektif

B.EKLAMSI

Eklamsi adalah penyakit akut dan kejang dan koma wanita hamil dan wanita nifas disertai dengan hipertensi dan proteinuria.

Gejala-gejala :

· Sakit kepala yang hebat

· Nyeri epigastrium

· Penglihatan kabur

5.PERDARAHAN HAMIL TUA

Perdarahan hamil tua adalah perdarahan pada triwulan terakhir dari kehamilan.sebab-sebab utamanya adalah:

1.Plasenta previa

Gejala-gejalanya:

· Perdarahan tanpa nyeri

· Perdarahan berulang-ulang sebelum partus

· Perdarahan keluar banyak

· Robekan selaput marginal

· Teraba jaringan plasenta

2.Solusio plasenta

Gejala-gejalanya:

· Perdarahan dengaan nyeri

· Perdarahan segera disusul partus

· Perdarahan hanya keluar sedikit

· Palpasi sukar

· Bunyi jantung anak biasanya tidak ada

6.KELAINAN LETAK ANAK

LETAK SUNGSANG

Yaitu janin yang letak memanjang(membujur dalam rahim),kepala berada di fundus dan bokong di bawah.Klasifikasi:

1.Letak bokong murni (Fank breech) yaitu bokong saja yang menjadi bagian depan sedangkan kedua tungkai lurus ke atas.

2.Letakk bokong kaki (Presentase bokong kaki) di samping boong teraba kaki dalam bahasa inggris “Complete breech”. Disebut letak bokong kaki sempurna atau tidak sempurna kalau di saping bokog teraba kedua kaki attau kaki saja.

Dalam letak –letak ini letak bokong murni paling sering di jumpai.. punggung biasanya terdapat kiri depan. Frekwensi letak sungsang lebih tinggipada kehamilan muda dibandingkan dengan kehamilan x’terme dan lebih banyak pada multigravida dari pada primigravida.

2.MASA PERSALINAN

Penyulit dan komplikasi masa persalinan KALA 1

Distosia karena kelainan his (power)

Distosia adalah kesulitan dalam jalannya persalinan.distosia karena kelainan his yng tidak normal baik kekuatan maupun sifatnya sehingga menghambat kelancaran persalinan

1.Tonus otot rahim di luar his tidak beberapa tinggi pada kala pembukaan serviks ada 2 fase.

2.kontraksi rahim dimulai pada satu tanduk rahim sebelah kanan atau kiri lalu menjalar ke seluruh otot rahim.

3.fundus uteri berkontraksi lebih dulu lebi lama dari bagian bagian lain.bagian tengah berkontraksi agak lambat,lebi singkat,dan tidak sekuat kontraksi fundus uteri.

4.sifat-sifat his lamanya,kuatnya,teraturnya seringnya relaksasinya serta sakitnya.

JENIS-JENIS KELAINAN HIS

1.Inersia uteri

Inersia uteri adalah his yang sifatnya lemahlebih singkat dan jarang dibandingkan dengan his normal.inersia uteri dibagi menjadi 2 yaitu:

1.Inersia uteri primer yaitu kelemahan his timbul sejak dari permulaan persalinan.hal ini harus dibedakan dengan pendahuluan yang juga kadang-kadang menjadi hilang.

2.Inersia uteri sekunder yaitu kelemahan his yang timbul setelah adanya his yang kuat teratur dan dalam waktu yang lama.

TETANIA UTERI

Tetania uteri adalah his yang terlampau dan terlalu sering sehingga tidak ada relaksasi rahim.hal ini dapat menyebabkan partus presipitatus yang dapat menyebabkan persalinan diatas kendaraan,di kamar mandi tidak sempat dilakukan pertolongan akibatnya terjadi luka-luka jalan lahir yang luas pada serviks,vagina dan perineum.pada bayi terjadi perdarahan intra cranial bila tidak ditangani dan berlanjut dengan rupture uteri.

AKSI UTERUS INKOORDINASI

Sifat his yang berubah-ubah tidak ada koordinasi dan sinkronasi antara kontraksi dan bagian-bagiannya.jadi kontraksi tidak efisien dalam mengadakan pembukaan apalagi dalam pembukaan apabila dalam pengeluaran janin,pada bagian atas dapat terjadi kontraksi tetapi bagian tengah tidak.

KETUBAN PECAH DINI

Ketuban pecah dini dapat didefenisikan sebagai pecah ketuban sebelum waktunya,tanpa memperhatikan usia gestasinya.Dalam praktek dan penelitian ketuban pecah dind didefenisikan sesuai dengan jumlah jam dari pecah ketuban smpai persalinan.Hubungan yang telah didefenisikan juga telah ditemukan antara kelebihan karena bekerja dan paningkatan resiko ketuban pecah dini.Sebelum cukup bulan diantara wanita multipara,komplikasi akibat ketuban pecah dini antara persalinan dan pelahiran premature.Infeksi intra uteri dan kompresi tali pusat akan oligohidramnion.

PENYULIT DAN KOMPLIKASI PADA KALA 2

1.Distosia karena kelainan presentasi atau kelainan janin

a.Posisio occipito posterior persistens

Keadaan dimana kadang-kadang uuk tidak berputar ke depan sehingga tetap di belakang.

b.Letak muka

letak kepala dengan defleksi maksimal hingga occiput mengenai punggung dan muka terarah ke bawah.letak muka dibagi 2 yaitu:

· letak muka primer

· letak muka sekunder

c.Letak dahi

letak kepala dengan defleksi yang sedang hingga dahi menjadi bagian yang terendah.

d.Letak puncak kepala

pada persalinan normal,kepala janin pada waktu melewati jalan lahir berada dalam keadaan defleksi

2.DISPROPORSI SEFALOPELVIK

Disproporsi sefalopelvik dapat ditandai oleh pola persalinan disfungsional.Kegagalan kemajuan persalinan,fleksi kepala yang buruk atau kemacetan rotasi internal dan penurunan.Disproporsi sefalopelvik dapat disertai pembentukan kaput atau molase.Dapat disebabkan sbb:

1.Kerusakan pada janin sebagai contoh kerusakan otak

2.Kematian janin atau neonates

3.Infeksi intra uterus

4.Ruptura uterus

5.Kematian ibu

3.KELELAHAN IBU(DISTRES MATERNAL KETOASIDOSI )

Kelelahan ibu harus dicegah karena memburuknya kndisi wanita akan membahayakan ibu dan janin yang belum lahir.Pemeriksaan urine untuk menilai keton.Memperhatikan dehidrasi awal persalinan.Kemajuan seharusnya dapat mencegah kelelahan ibu.

4.RUPTURA UTERUS

Tanda dan gejala rupture uterus mungkin tampak atau tidak tampak,walaupun demikian perubahan pola djj.Terutama deselerasi lambat yang terjadi kembali.Mungkin merupakan tanda awal rupture uterus yang akan terjadi.Deselerasi lambat mencerminkan infusisiensi uteroplasenta dapat disebabkan rupture uterus.Perdarahan pervaginam dapat terlihat seperti bercak darah atau hemoragi temuan palpasi abdomen berubah dari temuan sebelumnya.

PENYULIT DAN KOMPLIKASI PADA KALA 3

1.PERDARAHAN POST PARTUM

Perdarahan postpartum yaitu perdarahan yang melebihi 500cc dalam 24 jam pertama setelah anak lahir.Perdarahan sesudah 24 jam setelah anak lahir disebut perdarahan post partum lambat dan iasanya disebabkan oleh jaringan pasenta yang tertinggal.

Sebab-sebab perdarahan post partum yaitu:

· Perdarahan atonis

· Robekan serviks

· Tertinggalnya plasenta

2.RETENSIO PLASENTA

Yaitu bila plasenta belum lahir setengah jam sesudah anak lahir karena plasenta belum lepas dari dinding uterus atau karena plasenta sudah lepas,akan tetapi belum dilahirkan.

Sebab-sebab retensio plasenta:

Sebab-sebab fungsionil

· His kurang kuat

· Plasenta sukar lepas

Sebab-sebab patolog anatomis

· Plasenta acreta

· Plsenta increta

· Plasenta percreta

3.INVERSIO UTERI

Pada inversion uteri uterus memasuki kavum uteri,sehingga fundus uteri sebelah dalam menonjol pada kavum uteri.Inversio uteri biasa terjadi spontan atau sebagai tindakan.Pada wanita dengan atonia uteri,kenaikan tekanan intra abdominal dengan mendadak karena batuk atau meneran dapat menyebabkan masuknya fundus ke dalam kavum yang merupakan inversio uteri.

DETEKSI DINI PENYULIT DAN KOMPLIKASI PADA MASA NIFAS

Jika ada perdarahan dalam kala 4 dan his kurang baik maka segera disuntikan0,2mg metergyn IM.Kalau masih ada juga perdarahan maka jangan terus terfiksasi pada atonia uteri tapi pertimbangkan juga kemungkinan lain seperti:

§ Robekan serviks

§ Sisa plasenta

§ Rupture uteri

§ Coagulopathi

KELAINAN PADA UTERUS

Subinvolusi

Pada subinvolusi proses mengecilnya uterus terganggu.faktor-faktor yang dapat menyebabkan itu adalah:

· Ketinggalan sisa-sias plasenta dalam uterus

· Endometritis

· Adanya mioma uteri

Pada peristiwa ini lochia bertambah banyak dan tidak jarang terdapat pula perdarahan.pada pemeriksaan bimanual ditemukan uterus lebih berat dan lebih lembek daripada seharusnya mengingat lamanya masa nifas.

PERDARAHAN NIFAS SEKUNDER

Perdarahan yang terjadi 24 jam atau lebih sesudah persalinan.sebab-sebabnya:sub involusi,kelainan congenital uterus;inversion uteri,submukosum.

KELAINAN PADA MAMMA

1.MASTITIS

Infeksi yang terjadi melalui luka pada putting susu,tetapi mungkin juga melalui peredaran darah.Tanda-tandanya adalah rasa panas dingin disertai dengan kenaikan suhu,penderita merasa lesu dan tidak ada nafsu makan.Penyebab infeksi biasanya Staphylococus aureus.Mama membesar nyeri dan pada suayu tempat kulit merah,membengkak sedikit dan nyeri pada perabaan.

2.KELAINAN PUTTING SUSU

1.Puting susu berbentuk bundar dan menonjol keluar pada permukaan mamma

2.Luka pada putting susu sudah dibahas pada pembicaran mastiti

3.KELAINAN DALAM KELUARNYA AIR SUSU

Jarang sekali air susu tidak atau hamper tidak keluar sama sekali(agalaktia),kadang-kadang pengeluaran air susu berlimpah-limpah(poligalaktia)

Infeksi luka pada perineum

Luka menjadi nyeri,merah,dan bengkak akhirnya luka terbuka dan mengeluarkan nanah

Infeksi luka serviks

Kalau lukanya dalam sampai ke perimetrium dapat nenimbulkan paramethritis.

Endometritis

Ada kalanya endometritis yang menghalangi involusi

Thrombophlebitis

Dibagi menjadi 2

1.thrombophebitis pelvic

2.thrombophebitis femoralis

SOAL

1.Dibawah ini merupakan penyulit-penyulit pada masa kehamilan trimester 1

A.Preeklamsi

B.Salivasi

C.Plasenta previa

D.Hiperemesi gravidarum

2.Berikut ini merupakan perdarahan hamil muda kecuali

A.Plasenta previa

B.Molahidatidosa

C.Abortus

D.Kehamilan ektopik

3.Gejala-gejala

1.Hipertensi

2.Oedema

3.Proteinuria

Hal-hal diatas merupakan gejala dari

A.Eklamsi

b.Pre-eklamsi

C.Diabetes mellitus

D.Anemia megalobatik

4.Abortus yang disengaja,baik dengan memakai obat-obatan maupun alat-alat merupakan pengertian dari

A.Abortus completes

B.Abortus insipiens

C.Abortus provakatus

D.Missed abortion

5.Dibawah ini yang termasuk perdarahan antepartum adalah

A.Plasenta previa dan solusio plasenta

B.Abortus dan kehamilan ektopik

C.Atonia uteri

D.Retensio plasenta

6.Tetania uteri adalah

A.Kelemahan his yang timbul setelah adanya his kuat

B.Kelemahan his yang timbul sejak dari permulaan persalinan

C.Sifat his yang berubah-ubah

D.His yang terlampau dan terlalu sering sehingga tidak ada relaksasi rahim

7.Penyulit yang sering timbul pada kala 2 persalinan

A.Tetania uteri

B.Inersia uteri

C.Kelainan presentasi

D.Disproporsi sefalopelvik

8.Dibawah ini merupakan sebab-sebab perdarahan post partum

A.Perdarahan atonis

B.Robekan serviks

C.Tertinggalnya bagian plasenta

9.Infeksi yang terjadi melalui luka pada putting susu,tetapi mungkin juga melalui peredaran darah merupakan infeksi nifas yaitu

A.Submukosum

B.Kelainan putting susu

C.Mastitis

D.Galaktorea

10.Dibawah ini merupakan factor-faktor yang menyebabkan proses subinvolusi terganggu kecuali

A.Ketinggalan sisa-sisa plasenta

B.Kelainan congenital uterus

C.Endometritis

D.Adanya mioma uteri

JAWABAN

1.D

2.A

3.B

4.C

5.A

6.D

7.C

8.D

9.C

10.B

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar