Minggu, 11 Juli 2010

Pemeriksaan dan Penanganan dari Penyakit Ginekologi

Seorang wanita yang datang untuk keluhan ginekologik dan mengajukan hal-hal ang berhubungan dengan alat keleminnya cenderung menunjukkan gejela-gejala kecemasan,kegelisahan,rasa takut dan rasa malu.
Dalam mengahadapi seorang penderita ginekologik terutama pada pemeriksaan pertama kali dari dokter sangat diperlukan pengertiaan,kesabaran dan sikp yang menimbulkan kepercayaan.
Dalam anamnesis penderita perlu diberi kesempatan untuk mengutarakan keluhan-keluhan secara spontan,kemudian ditanyakan gejala-gejala tertentu yang menuju kearah kemungkinan diagnostic.

A.Pemeriksaan penyakit ginekologik

1.Anamnesis
Secara rutin ditanyakan umur penderita,sudah menikah atau belum,siklus haid,penyakit yang pernah di derita,dan operasi yang pernah dialami.

a.Riwayat penyakit umum
Perlu ditanyakan apakah penderita pernh menderita penyakit berat,seperti TBC,jantung,ginjal,DM,dan jiwa.

b.Riwayat obstetric
Perlu diketahui riwayat tiap-tiap kehamilan sebelumnya,apakah berakhir dengan keguguran atau dengan persalinan,apakah persalinan normal atau operasi.

c.Riwayat haid
Haid merupakan peristiwa sangat penting dalam kehidupan wanita.Perlu diketahui menarche,siklus haid teratur atau tidak,banyaknya darah yang keluar waktu haid,lamanya haid,disertai rsa nyeri atau tidak.

d.Riwayat ginekologi
Riwayat penyakit/kelainan ginekologi serta pengobatannya dapat memberi keterangan penting,terutama operasi yang pernah dialami.

e.Keluhan sekarang
Mendengar keluhan penderita sangat penting untuk pemeriksaan pertanyaan yang sangat sederhana seperti “untuk apa ibu datang kemari” atau “apa keluhan ibu” dapat memberi keterangan banyak kearah diagnosis.

f.Perdarahan
Perlu ditanyakan apakah perdarahan itu ada hubungannya dengan siklus haid atau tidk,banyaknya dan lamanya perdarahan.Jadi,perlu diketahui apakah yang sedang dihadapi itu menoragia,hipermenorea,polimenorea,apakah hipomenorea,oligomenorea ataukah metroragia.

g.Fluor albus
fluor albus atau keputihan,walaupun tidk mengandung bahaya maut,cukup mengganggu penderita,baik fisik maupun mental.Sifat dan banyknya keputihan dapat memberi petunjuk kearah etiologinya.Perlu ditanyakan sudah berapa lama keluhan itu,terus menerus atau pada waktu-waktu tertentu saja,banyaknya,warnanya,baunya,disertai rasa gatal/nyeri atau tidak.




h.Rasa nyeri
Rasa nyeri di perut,panggul,pinggang,atau alat kelamin luar dapat merupakan gejala dari beberapa kelainan ginekologik.Dalam menilai gejala ini dapat dialami kesulitan karena faktor subjektifitas memegang peranan penting.

i.Miksi
Keluhan dari saluran kencing sering menyertai kelainan ginekologik.karena itu perlu ditanyakan rasa nyeri waktu kencing,seringnya kencing,retensi urine,kencing tidak lancar atau tidak tertahan.

j.Defekasi
Beberapa penyakit yang berasal dari rectum dan kolom sigmoid sering menimbulkan kesulitan dalam diagnosis penyakit ginekologik.karena itu penderita harus selalu ditanya tentang BABnya apakah ada kesulitan defekasi,apakah defekasi disertai rasa nyeri,atau encer disertai lendir atau darah.


Untuk pemeriksaan ginekologik dikenal 3 jenis letak :

1.Letak litotomi
Letak ini yang paling popular,terutama di Indonesia.Untuk itu diperlukan meja ginekologik dengan penyangga bagi kedua tungkai.
Penderita berbaring ditasnya sambil lipat lututnya diletakkan pada penyangga dan tungkainya dalam fleksi santai,sehingga penderita berbaring dalam posisi mengangkang.

2.Letak miring
Penderita diletakkan di pinggir tempat tidur miring kesebelah kiri,sambil paha dan lututnya ditekuk dan kedua tungkai sejajar.

3.Letak sims
letak ini hampir sama dengan letak miring,hanya tungkai kiri harus lurus,tungki kanan ditekuk kearah perut,dan lututnya diletakkan pada alas (tempat tidur),sehingga panggul membuat sudut miring dengan alas,lengan kiri dibelakang badan dan bahu sejajar dengan alas.Dengan demikian,penderita berbaring setengah tengkurap.

a.Pemerisaan genetalia eksterna
Dalam letak litotomi alat kelamin luar tampak jelas.Dengan inspeksi perlu diperhatikan bentuk,warna,pembengkakan,dsb dari genetalia eksterna,perineum,anus dan sekitarnya,dan apakah ada darah atau fluor albus.

b.Pemeriksaan dengan speculum
Dengan menggunakan speculum diperiksa dinding vagina,dan portio vaginalis dan servisis uteri.Untuk pemeriksaan dengan speculum mutlak diperlukan lampu penerang yang cukup.

c.Pemeriksaan bimanual
Pemeriksaan genetalia interna dilakukan dengan kedua tangan,dua jari,atau satu jari dimasukkan ke dalam vagina atau satu jari ke dalam rectum,sedangkan tangan lain diletakkan di dinding perut.

d.Pemeriksaan rectal
Dengan sarung tangan dan bahan pelumas biasanya minyak,jari telunjuk dimasukkan ke dalam rectum.


e.Pemeriksaan dalam nikrosis
Pemeriksaan ini sebaiknya baru dilakukan apabila memang benar-benar diperlukan.Karena perasaan nyeri tulang,maka dapat terjadi pecahnya kista,kehamilan ekstra uterin yang belum terganggu,hidro,hemato,dan piosalping atau terlepasnya pelekatan peritoneal sebagai perlindungan,tadak dirasa oleh penderita dan tidak segera dikethui oleh pemeriksa.


Pemeriksaan Khusus

a.Pemeriksaan laboraturium biasa

Tidak selalu,akan tetapi apabila dianggap perlu,dilakukan pemeriksaan darah dan urine.Kadar hb diperiksa pada wanita yang tampak pucat mengalami perdarahan,pada wanita hamil,dan pada persangkaan kehamilan ekstra uterin terganggu.Urine dapat diperiksa pada setiap wanita hamil (proteinuria) dan pada persangka kelainan saluran kencing(sedimen)


b.Pemeriksaan getah vulva dan vagina

Pemeriksaan yang sering diperlukan dipoliklinik ialah pemeriksaan getah uretra/serviks dan getah vagina,terutama pada keluhan leukorea.Getah uretra diambil dari orifisium uretra eksternum gdan getah serviks dari ostium uteri eksternum.


c.Pemeriksaan sitologi vagina

Untuk pemeriksaan sitologik,bahan diambil dari dinding vagina atau dari serviks dengan spatel ayre(dari kayu atau plastic).Selain untuk diagnosis dini tumor ganas ,pemeriksaan ini dapat dipaki juga untuk secara tidak langsung mengetahui fungsi hormonal Karena pengaruh esterogen dan progesteron yang menyebabkan perubahan-perubahan khas pada sel-sel selaput lendir vulva.

1.Percobaan schiller
Percobaan ini merupakan cara pemeriksaan yang sederhana berdasarkan kenyataan bahwa sel-sel epitel berlapis gepeng dari portio yang normal mengandung glikogen,sedang sel-sel abnormal tidak.


2.Kolposkopi
Penggunaan kolposkopi pertama kali diperkenalkan Hinselmann (1925) yang terdiri ats 2 alat pembesaran optik yang ditempatkan pada penyangga yang terbuat dari besi.Penerangaan diperoleh dari lampu khusus diikutsertakan dengan kolposkop.
Keuntungan alat ini ialah bahwa pemeriksa dapat melihat binocular lebih jelas,dapat mempelajari portio dn epitelnya lebih baik dan terperinci.

3.Eksisi percobaan dan konisasi
Eksisi percobaan (biopsi) merupakan cara pemeriksaan yang dilakukan pada setiap portio yang tidak utuh,didahului atu tidak oleh pemeriksaan sitologi vagina.
Konisasi merupakan tindakan yang paling dapat dipercaya pada persangkaan karsinoma karena dapat dibuat banyak sediaan dari seluruh portio untuk pemeriksaan mikroskopik.

4.Biopsi endometrium
Biopsi endometrium dilakukan untuk menentukan ada atau tidaknya ovulasi.Endometrium dikuret di beberapa tempat lalu dimasukkan ke dalam botol berisi larutan formalin dan dikirim ke laboratorium.


Pemeriksan khusus lain
☻ Pemeriksaan endokrin:
Dilakukan dalam laboratorium khusus,misalnya untuk penentuan fungsi hipofisis,kelenjar gondok atau kelenjar adrenal.

☻ Pemeriksaan kromatin
Yaitu untuk pemeriksaan seks kromatin dan perhitungan kromosom dalam mengahadapi interseksualitas.

☻ Pemeriksaan dengan sinar roentgen
Yaitu untuk keperluan diagnostik infertilitas,mencari kelainan bawaan pada ginetalia interna,untuk diagnosa masa tomor,untuk mencari kelainan pada alat saluran kencing.

☻ Sistoskopi
Yaitu untuk visualisasi batu ginjal dan polip di dalam kandung kencing dan untuk mencari metastasis karsinoma servisis uteri di kandung kencing.

☻ Histeroskopi
Yaitu untuk visualisasi keadaan dan kelainn di rongga uterus.

☻ Rektoskopi
Yaitu pemeriksaan pada wasir dan persangkaan karsinoma rectum.

☻ Ultrasonograpi
Yaitu untuk diagnosis molahidatidasa,kematian hasil konsepsi dan gemeli,untuk mencari djj dan lokalisasi plasenta.

☻ Kuldosintesis (pungsi Douglas)
Yaitu untuk memastikan terkumpulnya darah dalam rongga peritoneum dan sekaligus untuk membedakannya dari abses douglas.


B. Penaganan penyakit ginekologik
Penanganan penyakit ginekologik tergantung pada etiologinya.Penyakit ginekologik dapat terjadi pada anak-anak,pubertas,pada masa hamil,klimakterium ataupun senium.Dibawah ini akan dibahas beberapa penanganan dari penyakit ginekologik:


1.Trikomoniasis
Penyakit ini dapat ditemukan dalam jumlah kecil dalam vagin tanpa gejala apa pun,akan tetapi dalam beberapa hal yang ada hubungannya dengan perubahan kondisi lingkungan,jumlah dapat bertambah banyak dam menimbulkan radang.

Penangananya:Metronidazol(1-(beta-hidroksil)-2-metil-s-nitro-imidazol), dipasaran dikenal dangan “flagyl”. Diberikan per os dapat diserap dengan baik dan mempunyai toksisitas rendah. Maksudnya dalam dosis 500 mg setiap 12 jam selama 5 hari.jadi dosis total 5 gr.



2.kandidiasis
Kandidiasis disebabkan oleh infeksi dengan kandida albicans,suatu jenis jamur gram positif yang mempunyai benang-benang pseudomiselia yang terbagi-bagi dalam blastspores.

Penanganannya: Pemberian nystatin,suatu antibiotik dihasilkan oleh steptomises noursei.yang banyak dipakai : tablet vaginal mycostatin dimasukkan dalam vagina 1-2 tablet sehari selama 14 hari.

3.Hemofilus vaginalis vaginitis
Penyebabnya : Hemofilus vaginalis,suatu basil kecil gram negative.

Penanganannya :diberikan pada suami istri berupa ampisilin 2 gr sehari untuk 5 hari,jika peka terhadap penisilin dapat diberikan tetrasiklin.Disamping itu wanitanya diberi betadine vaginal douche.

4(.Vulvo)-vaginitis-atrofikans
Penanganannya : Pemberian esterogen per os (premarin 1,25 mg atau oestrofeminal 1,25 mg) tiap malam dan pemberiam dienestrol cream,premarin vaginal cream atau 0,1 mg suposutorium dietil stilbestrol per vaginam untuk 30 malam.Diet dewasa ini dianjurkan pemakaian synapause tablet dan cream.

5.Servisis uteri
Penanganannya : Dengan jalan kauterisasi-radial dengan termokautel atau krioterapi.

6.endrometriosis
Penangananya: terdiri dari pencegahan,pengawasan saja,tetari hormonal,pembedahan dan radiasi.

7.karsinoma vulva
Penangananya: Pada tinggkat klinik 0 dikerjakan vulvektomi dengan mengangkat kedua labia mayor,labia minor,sebagian monsveneris dan hymen.Dilakukan pembedahan rekontruksi menggunakan skin-graft.
Pada tinggkat I dan II dilakukan vulvektomi radikal dengan limfadenektomi bilateral kelenjar inguinal luar dan dalam,dalam 1 tahap.Pada tinggkat III dan IV,diberikan sitostatika seperti MMC,SFU,Bleosin,Endokxan.Doxorubisin secara sistemik baik secara obat tunggal ataupunn dalam kombinasi

8.Kondiloma akuminata akuminatum
Berbentuk seperti kembang kubis dengan ditengahnya jaringan ikat dan ditutup tetrutama dibagian atas oleh epitel dengan hiperkeratosi.

Penanganannya: Pada kondiloma akuminatum yang kecil dapat disembuhkan dengan larutan 10 % podoviin dlam gliserin atu dalam alkohol.Pada waktu pengobatan daerah sekitr harus dilindungi dengan vaselin dan etelah beberapa jam tempat pengobatan harus dicuci dangan air dan sabun.Pada kondiloma yang luas terapinya terdri atas pengangkatan dengan pembedahan atau kauterisasi.

9.Herpes genitalis
Penanganannya: diberantas dengan aplikasi lokal dari 1% larutan neutral-red atau 0,1% larutan proflavine,diikuti dengan penyinaran sinar fluoresensi 10-15 menit deangan jarak 15-20 cm.

10.Limfogranuloma Venereum
Penyebabnya adalah clamidia trakumatis.

Penanganannya: Pengobatan terdiri atas pemberian tetrasiklin setiap hari dengan dosis 2 gr oral selama 2-4 minggu.jika penyakit belum juga sembuh maka pengobatan diulangi lagi.Obat sulfunamit bersift sufpresif dan bukan kuratif.Obat ini diberikan dalm dosis 1 gr 4x sehari selama 2 minggu,kemudian setelh istirahat 1 minggu.Kemudian setslah itu pengobatan diulangi lagi.

Selain yang diuraika diatas,masih banyak lagi penyakit-penyakit ginekilogi yang dapt mengganggu,mencelakakan bahkan memtikan seseorang.Untuk itu,sebelum terjadi telebih-lebih kita harus menjaga kebersihan diri serta berhati-hati dalam melakukan sesuatu yang berhubungan dengan alat-alt reproduksi.


Gangguan dan Maslah Dalam Sistem Reproduksi Wanita

I.Hypermenorrhoe (menoragia)
Defenisi:Perdarahan haid lebih banyak dari normal atau lebih lama dari normail,kadang disertai dengan bekuan darah sewaktu menstruasi.

Penyebab:
 Hipoplasia uteri (penebalan dinding rahim),terapi: Uterotonika
 Astenia (tidak ada kekuatan),terapi: Uterotonika,roborntia
 Myoma Uteri,terapi: tergantung dari penanganannya.
 Hypertensi, Terapi: Pemberian SM.Regim
 Infeksi,misal: Endometritis. Terapi: hormonal,pembedahan,radiasi
 Penyakit darah,mis: Hemofili
 Gangguan pelepasan endometriu,terapi: kerokan.

Tindakan bidan:memberikan anti perdarahan seperti Ergometrin tablet/injeksi atau merujuk kefaslitas yang lebih tinggi dan lengkap.


II.Hypomenorrhoe
Defenisi: perdarahan haid yang lebih pendek dan atau lebih kurang dari biasa.

Penyebab: hypomenorhoe disebabkan oleh karena kesuburan endometrium kurang,akibat dari kurang gizi,penyakit menahun maupun gangguan hormonal.

Tindakan bidan: Merujuk kefasilitas yang lebih tinggi dan lebih lengkap.


III.Polymenorrhoe atau Epimenoragia
Defenisi: Sikus haid yang lebih memendek dari biasa yaitu kurang dari 21 hari sedangkan jumlah perdarahan relative sama atau lebih banyak dari biasa.

Penyebab: adanya gangguan hormonal dengan umur korpus luteum memendek sehingga siklus menstruasi juga lebih pendek atau bisa disebabkan akibat stadium proliferasi pendek atu stadium sekresi pendek atau karena keduanya.

Terapi:Stadium profilasi dapat diperpanjang dengan hormone estrogen dan stadium sekresi menggunakan hormon kombinasi estrogen dan pregesteron.


IV.Oligomennorhoe
Defenisi: siklus menstruasi memanjang lebih dari 35 hari,sedangkan jumlah perdarahan tetap sama.

Penyebab: ganggun hormonal,pengaruh psikis dan sebagainya.

Terapi: pemberian obat yang mengandung hormon-hormon yang dapat merangsang ovulasi.


V.Amenorea
Defenisi: Keadaan tidak datang haid selama 3 bulan berturut-turut.

Klasifikasi:
1.Amenorea Primer: Apabila belum pernah datang haid sampai umur 18 tahun

2.Amenorea Skunder: Apabila berhenti haid setelah menarche atau pernah mengalami haid,tetapi berhenti berturut-turut selama 3 bulan.

Penyebab: kelainan kongenital gangguan system hormona,gangguan gizi,ketidak stabilan emosi.

Terapi: Terapi ini tergantung dengan etiologinya.Secara umum dapat diberikan hormone-hormon yang merangsang ovulasi,pengembalian keadaan umum,menyeimbangkan antara kerja-rekreasi dan istirahat.


VI.Perdarahan diluar haid (Metroragia)
Defenisi: perdarahan yang tidak teratur dan tidak ada hubungannya dengan haid.

Penyebab: perdarahan ini dapat disebabkan oleh keadaan yang bersifat hormonal dan kelainan anatomis.Pada kelainan hormonal terjadi rangsangan estrogen dan progesteron dengan bentuk perdarahan seperti terjadi diluar menstrusi,bersifat bercak dan terus menerus,dan perdarahan menstruasi berkepanjangan.

Pengobatan:

 Pada remaja dengan pengaturan secara hormonal
 Pada wanita menikah atau mempunyai anak dengan memeriksa alat kelamin,bila perlu lakukan kuretase dan pemeriksaan patologi.

Pada kelainan anatomis terjadi perdarahan karena adanya gangguan pada alat-alat kelamin diantaranya pada mulut rahim (keganasan,perlukaan),keguguran atau penyakit trofoblas.Pada saluran telur berupa kehamilan tuba,tumor tuba dan sebagainya.
Dapat disampaikan bahwa setiap perdarahan abnormal terjadi bersamaan atau diluar menstruasi sebaiknya melakukan konsultasi kedokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar